FITUR BARU GOOGLE TRANSLATE TERINSPIRASI ORANG INDONESIA

Hay kawan, Apa kamu tau Google Translate?? pasti semua udah tau dong. Kali ini Koslet crew mau ngebahas fitur baru di google translate yang baru di rilis hari ini Kamis 12/05/16 dan yang lebih weew lagi fitur ini terinspirasi dari orang indonesia. Yuk kita simak beritanya mumpung masih panas.


Pengguna Google Translate di perangkat mobile kini bisa menerjemahkan kata asing tanpa harus membuka aplikasi tersebut. Hal ini dimungkinkan fitur "Tap-To-Translate" yang baru diluncurkan hari ini, Kamis (12/5/2016).

Selama ini, saat menerima pesan asing pada aplikasi chat atau e-mail, pengguna harus melakukan beberapa tahapan untuk memahami makna pesan dan membalasnya.

Pertama-tama, pengguna harus menyalin pesan. Setelahnya, pengguna keluar dari aplikasi chat dan membuka aplikasi Google Translate untuk menerjemahkan pesan tersebut.

Langkah berikutnya, pengguna mengetik pesan balasan pada Google Translate untuk menerjemahkannya ke bahasa asing yang dimengerti lawan bicara. Terakhir, barulah pengguna kembali ke aplikasi chat untuk menyalin pesan balasan.

Setidaknya ada enam tahapan yang perlu dilakukan hanya untuk membalas satu pesan. Hal ini bisa membuang waktu dan energi yang lebih tepat dialokasikan untuk pekerjaan lain.

Tap-To-Translate hadir sebagai solusi keruwetan tersebut. Pengguna cukup memblok pesan berbahasa asing yang diterima via aplikasi chat semacam WhatsApp dan Google Hangouts.

Selanjutnya, ikon Google Translate akan menyempil di aplikasi tersebut untuk menawarkan bantuan penerjemahan. Pengguna cukup menekan ikon itu dan memilih bahasa yang ingin diterjemahkan. Bisa dikatakan, Google Translate semakin pintar dan mempermudah pengguna untuk menerjemahkan bahasa.

Dengan begitu, pengguna tak perlu bolak-balik membuka dan menutup aplikasi hanya untuk mencari arti bahasa asing.

"Anda bisa menerjemahkan e-mail, chatting, dan dokumen dengan lebih praktis. Ini akan sangat membantu," kata Product Manager Google Translate Julie Cattiau kepada Media melalui video call di Kantor Google Indonesia, Jakarta.

Untuk sementara, fitur Tap-To-Translate yang benar-benar baru hanya bisa dinikmati pengguna Android. Belum jelas kapan kemampuan itu bisa turut dirasakan pengguna iOS.

Lebih hemat memory

Selain Tap-To-Translate, ada dua pembaruan lain di aplikasi mobile Google Translate. Pertama, pengguna iOS sudah bisa menjajal Google Translate secara offline. Sebelumnya, kemampuan itu tersedia eksklusif bagi pengguna Android.

Kemampuan offline itupun kini lebih ramah untuk memori smartphone. Dulunya, pengguna harus mengunduh 52 bahasa sekaligus yang tersedia di Google Translate secara online, untuk menikmatinya di kala offline.

"Sekarang pengguna cukup download bahasa sesuai kebutuhan aja. Misalnya butuhnya cuma dua atau tiga bahasa, ya nggak perlu download semuanya," kata Head of Communications Consumer Google and Youtube Indonesia, Putri Silalahi, pada kesempatan yang sama.

Pembaruan kedua adalah peningkatan fungsi camera functionality. Kini, tulisan China juga bisa diterjemahkan hanya dengan membidik huruf melalui aplikasi Google Translate.

Semua pembaruan pada Google Translate 5.0 ini sudah bisa dinikmati beberapa pengguna yang beruntung. Sisanya masih harus bersabar hingga besok atau setidaknya sampai akhir pekan ini.

Untuk sementara, baru pengguna Andorid yang bisa merasakan manfaat Tap-To-Translate. Belum jelas, kapan fitur tersebut diboyong untuk pengguna iOS.

Tentunya, pengguna harus memperbarui layanannya ke versi teranyar melalui Google Play Store dan Apple App Store.

DOWNLOAD : Google translate (Google Play)

Fitur baru google translate ternyata terinspirasi dari orang indonesia

Tak heran jika pasar Indonesia sangat diperhitungkan dalam merumuskan fitur-fitur baru di Google Translate. Menurut Product Manager Google Translate Julie Cattiau, fitur teranyar bernama "Tap-To-Translate" pun terinspirasi dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Inspirasi itu muncul kala Cattiau berlibur ke Indonesia beberapa saat lalu. Di pesawat, ia bertemu dengan orang Indonesia yang sehari-hari harus berkomunikasi dengan orang berkebangsaan dan berbahasa lain.

"Saya ketemu orang Jakarta. Neneknya berbicara bahasa China, pacarnya orang Singapura, dan ada juga keluarganya yang berbahasa Jepang," kata dia kepada Media via video call dari Kantor Google Indonesia, Jakarta, Kamis (12/5/2016).
    Previous
    Next Post »
    Thanks for your comment