Tips Untuk Meningkatkan Mobile UX (User Experience)

Saat ini, semua orang pasti memiliki yang namanya smartphone. Maka mau tidak mau, suka tidka suka, kita sebagai pebisnis juga harus memikirkan mereka yang jauh lebih dering berada di dunia mobile. Tentu kamu tidak ingin kehilangan pelanggan hanya karena tampilan website-mu tidak responsif di mobile, bukan?

Dalam hitungan beberapa menit saja, kamu bisa kehilangan user pada mobile apps atau website mobile kamu jika kamu sedikit saja terlambat dalam membuat impression kepada mereka di dunia mobile. Selain itu, UX design juga merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Terdapat banyak sekali elemen untuk memiliki UX design yang baik, namun ini adalah beberapa cara sederhana yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan UX design pada mobile.



Utamakan Aksesibilitas

Apapun design yang kamu kerjakan, baik untuk aplikasi atau mobile website, hal pertama yang harus kamu pertimbangkan adalah kemudahan untuk mengaksesnya, atau yang dikenal dengan aksesibilitas. Semua orang menggunakan mobile website karena cenderung lebih cepat dan lebih pas ketimbang desktop. Filosofi tersebut seharusnya juga diaplikasikan pada design UX mobile.

Langkah pertama untuk membuat design mobile yang mudah diakses adalah menggunakan CTA (Call to Action) dengan jelas, yang mengidentifikasikan tujuan dari produk kamu. Clicking dan scrolling bisa menjadi pengganggu untuk perangkat mobile, mengapa? Karena situs mobile seharusnya menampilkan dengan jelas produk/jasa apa yang ditawarkan, sehingga dapat mengurangi kesulitan bagi user.

Perlu diperhatikan juga siapakah target market kamu. Jika targetnya kebanyakan adalah orang tua, maka kamu harus mengurangi pemakaian ikon-ikon yang dianggap asing oleh mereka, misal hamburger. Ubahlah dengan tulisan sehingga mereka tetap bisa merasa nyaman ketika berada di dalam situs kamu.

Buatlah Form Sign-up yang Tegas

Sign-up form yang tiba-tiba muncul sesaat setelah membuka sebuah situs, adalah salah satu penghalang terbesar untuk berinteraksi dengan user. Riset telah membuktikan bahwa 86% orang tidak menyukai sign-up forms, dan 23% tidak akan menjadi pelanggan kita meskipun mereka sudah mengklik tombol sign-up. Daripada kamu mencegah user untuk melihar konten website kamu dengan menampilkan sign-up form terlebih dulu, cobalah beri mereka alasan mengapa mereka harus melakukan sign-up. 

Form online sign-up yang baik akan meningkatkan conversion rate sebanyak 28%. Hal ini dikarenakan ada tujuan yang jelas untuk user: imbalan dari sebuah kontes. Berilah imbalan yang value-nya sesuai dengan bisnis kamu. Beritahukan kepada mereka tentang aplikasi atau website yang kamu miliki dan keuntungan apa yang akan mereka dapatkan jika mengisi form tersebut.

Buatlah Sebuah Fungsi Pencarian yang Berguna 

Pengguna mobile menginginkan informasi yang cepat dan beberapa pilihan yang menyediakan kecepatan sambil mereka mencari informasi dengan tombol pencari yang ada. Sebuah situs mobile seharusnya memiliki sebuah search function di tiap halaman website. Tidak peduli itu berapa di sticky menu atau tidak, asalkan user tau dimana mereka harus menemukan kolom pencari. Kolom pencari diletakkan sesuai dengan konten dan dan perangkat apa yang digunakan oleh si pengguna (selalu gunakan petunjuk dari Apple dan Google).

Sebuah search function haruslah tegas dan mudah terlihat agar tidak terjadi kekeliruan saat user mengakses situs kamu. Buatlah konten kamu mudah ditemukan untuk setiap bisnisnya. Lebih spesifik lagi, buatlah search function yang baik sehingga pengguna tidak perlu sulit untuk menemukan produk/jasa lain yang kamu miliki dalam website tersebut.

Waspada dengan Trend yang ada

Mungkin ini terdengar sedikit bodoh, tapi itu benar. Trend begitu populer, tetapi trend juga hal yang paling sering terjadi untuk UX design. Trend ini bisa jadi seperti membajak penampilan indah kamu, dan yang perlu kamu ketahui adalah produk kamu tidak melulu soal keindahan. Daripada kamu repot memikirkan tentang trend yang ada, lebih baik kamu memberikan hasil kerja yang baik serta solusi atas segala masalah yang klien kamu hadapi. Fokuslah pada masalah mereka, jangan terlalu memikirkan trend yang nantinya malah akan merusak user experience yang tengah kamu buat.

Coba kita lihat dari sisi lain, menambahkan berbagai “trend” pada aplikasi atau website bisa membuat websitemu lebih tampil, tapi ini juga akan membuatnya sulit untuk “stand out”. Mengapa? Jika produk yang kamu jual terlihat sama dengan trend marketing yang kamu coba tampilkan, lalu apa yang membedakan produk kamu dengan mereka? Dengan banyaknya pilihan seperti di dunia digital sekarang ini, branding itu jauh lebih penting dibanding apapun, dan brand yang sukses tidak dibangun begitu saja ketika memasuki pasar.

Sederhanakan Konten

Jika sebuah aplikasi mobile atau website mencoba untuk menyediakan apa yang user inginkan dengan cara yang efisien, maka cara terbaik untuk memfasilitasi kepuasan mereka adalah dengan menyederhanakan konten kamu. Batasi angka penggunaan warna, font, dan ukuran font pada mobile platform sehingga si pengguna tidak kewalahan dengan visual yang kamu tampilkan. Pilihlah beberapa dari masing-masing mereka dan gunakanlah seefektif mungkin, sehingga konten yang kamu jual bisa terlihat lebih jelas. Design mobile UX seharusnya menghindari pembatas sebanyak mungkin. Pembatas yang dimaksud adalah garis, kotak dan batas-batas lainnya, serta seperti yang kita ketahui bahwa perangkat mobil memiliki ruang terbatas untuk digunakan.

Semoga beberapa tips ini dapat membantu kamu dalam mengembangkan UX Design pada mobile dan meningkatkan conversion rates.
Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »
Thanks for your comment